Virus Corona dan Kecemasan

Beberapa minggu ini sebenarnya saya sendiri juga cemas dengan virus Corona yang sudah hadir di Indonesia. Saya sendiri sudah mengikuti perkembangan penyebaran virus Corona ini sejak masih muncul di Wuhan. Virus ini unik, tingkat fatalitasnya kecil, tapi tingkat penyebarannya sangat mudah.


Di Indonesia sendiri, per 22 Maret 2020 yang terkonfirmasi terkena virus Corona ini sudah 514. Itu yang terkonfirmasi yah, belum lagi yang tidak terkonfirmasi. Pasalnya, kita tahu sendiri orang Indonesia ini kurang banyak yang mengetahui bahaya virus Corona ini seperti apa. Jadi tidak kaget jika masih banyak yang santuy.

Di kampung tempat tinggal saya sendiri masih banyak orang yang santuy sekali. Bahkan, mereka membuat acara khitanan, mentang-mentang anaknya libur sekolah. Dan tentu saja mengundang banyak orang, tetangga dan kerabatnya. Saya berharap tidak ada orang dalam pengawasan (ODP) saja saat acara itu kemarin. Kalau ada, bisa kacau tuh.

Yang menakutkan dari virus Corona ini adalah orang yang terkena tidak tahu kalau ia kena. Harus nunggu sekitar 14 hari baru gejalanya muncul. Nah, selama orang yang terkena ini tidak sadar, dia akan jalan-jalan ke tempat dia biasa beraktivitas dan menularkan ke orang lain. Bisa dibayangkan kengeriannya di sini?

Saya sendiri sudah mengingatkan orang terdekat saya, terutama ibu saya. Karena tentu ibu sudah berumur di atas 40 tahun tentunya dan itu punya resiko yang cukup tinggi kalau kena. Untuk yang muda-muda mungkin resikonya tidak sefatal orang yang sudah tua, tapi yang muda punya resiko menularkan ke orang tua di sekitar mereka. Itulah kenapa dianjurkan jangan keluar rumah jika memang tidak mendesak.

Kecemasan saya dan beberapa orang ini memang berdasar. Dan orang yang ngomong "ngapain lebih takut sama Corona daripada takut sama Alloh", sungguh dia tidak paham kaidah fikih dalam beragama. Dan orang yang ngomong seperti itu, coba saja ditantang masuk kandang singa. Apakah masih tidak takut? Dan virus Corona lebih menakutkan dari singa, karena singa masih terlihat, sedangkan virus Corona tidak. Sayangnya, sedikit orang yang berpikir mendalam hingga ke sana.

1 comment:

  1. Pemerintahnya bingung dan cemas, rakyatnya santuy...
    Mumpung libur semua, jadi pada liburan, ngadain hajat,...
    Pas dibilangin bahaya, jawabnya aku pasrah sama Allah, kalau waktunya kena ya kena..ndak usah sampek takut ini takut itu....

    Duh duh...
    Semoga kita semua dalam perlindungan Allah

    ReplyDelete